Wednesday, 19 October 2016

DETEKSI DAN PERINGATAN DINI BAGI SATPAM BANK


Bagian 1 :  
Pencegahan Perampokan Bank dan Pencurian 
Dengan Modus Penggembosan Ban
Dan Pecah Kaca Mobil Nasabah Bank
Oleh : Doddy Hidayat, SE

     KONSISTEN MELAKSANAKAN PROSEDUR PENUTUPAN KREY DAN PENGUNCIAN PINTU 
PADA SAAT JAM LAYANAN SELESAI  MERUPAKAN SALAH SATU TINDAKAN PENCEGAHAN


Fungsi Anggota Satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja meliputi pengamanan fisik, pengamanan personil dan pengamanan informasi, tujuannya agar area dan orang-orang yang ada di dalam area jaga terbebas dari ancaman, gangguan dan resiko kecelakaan/musibah.

Akhir-akhir ini sangat banyak sekali berita mengenai upaya perampokan dan pembongkaran ATM, Pencurian ban dengan modus gembos ban dan pecah kaca, bahkan juga terjadi penjambretan uang nasabah yang baru keluar dari suatu Bank.

Apa yang bisa dilakukan oleh anggota satpam? Sesuai dengan sifat pengamanannya, satpam melaksanakan tindakan pencegahan dan apabila terjadi, maka anggota satpam harus tahu tindakan apa yang akan diambil apabila terjadi tindakan perampokan di area kerja nya.

Untuk melakukan tindakan pencegahan, Anggota Satpam bisa melaksanakan tindakan :
1.     ANTISIPASI
Mengantisipasi adalah suatu tindakan untuk memperhitungkan kemungkinan – kemungkinan apa saja yang dapat terjadi di area penjagaan. Kalau kita kelompokan kemungkinan - kemungkinan yang dapat terjadi adalah lebih kurang, sbb:
a.     Berdasarkan Modus Kejahatan:
1)    Perampokan
2)    Pencurian
3)    Penodongan
4)    Penjambretan
5)    Penipuan / Hipnotis
6)    Penyelinapan
7)    Vandalisme (Coret dinding, pelemparan, dll)
b.     Berdasarkan tempat / lokasi :
1)    Banking Hall
2)    ATM Hall
3)    Area Parkir
4)    Jalan Masuk
5)    Radius 5 km dari Bank.
c.      Waktu yg paling memungkinkan / jam rawan :
1)    Pada saat pembukaan layanan (Pukul 08.00-09.00)
2)    Pada saat jam istirahat (Pukul 11.30 - 14.00)
3)    Pada saat jam penutupan layanan (Pukul 15.00 – 17.00)
4)    Setelah jam pelayanan / hari libur
5)    Sebelum set alarm tetapi ATM masih dibuka
6)    Pada saat Shalat Jumat

Lakukan penghitungan dengan membuat skala kerawanan dengan mempertimbangkan:
a.     Apakah di area yang kita jaga pernah terjadi suatu gangguan keamanan dengan modus di atas?
b.     Apakah di radius 5 s/d 10 km pernah terjadi?
c.      Apakah di media daerah atau nasional ada berita mengenai gangguan keamanan dengan modus di atas?
d.     Apakah area yang kita jaga termasuk wilayah yang ramai atau sibuk sampai 24 jam?
e. Apakah area kita berada di pinggir jalan besar atau di dalam komplek perumahan?
f.       Apakah ada bank lain di dekat area kita?
g.     Apakah ada perusahaan lain yang di jaga satpam 24 jam di dekat area kita?
h.     Berapa jarak pos / kantor polisi dengan area kita?
i.  Berapa lama bantuan dari kantor pusat akan datang apabila ada permintaan bantuan ke lokasi?
j.       Apakah area dilengkapi dengan sarana dan alat pengaman yang baik?
1)    CCTV System
2)    Alarm System
3)    Panic Button
4)    Terali besi
5)    Pintu darurat
6)    Peralatan komunikasi
7)    Dll

2.     DETEKSI
Kemampuan untuk mendeteksi (menemukan dan menentukan) sangat didukung oleh kemampuan Satpam melakukan pengamatan (Observation Skill).
a.      Temukan orang yang bertindak mencurigakan, mencurigakan disini dalam arti :
1)  Orang yang tidak berada pada tempatnya; semakin eksklusif suatu tempat maka akan semakin mudah untuk menemukan orang yang tidak berada pada tempatnya.
2)  Gerak geriknya nampak berpura-pura sibuk dengan HP (gadget) nya tetapi sesekali nampak memperhatikan nasabah-nasabah lain.
3)  Tidak mengambil no antrian tetapi ikut duduk antri atau mengambil nomor antrian tetapi tidak beranjak ketika nomornya dipanggil.
4)    Bolak balik di banking hall.
5)  Mendekati teller pada saat ada orang yang mengambil uang dalam jumlah banyak.
6)    Berusaha menyamarkan diri dengan topi, jacket, kaca mata hitam.
7)    Terlihat gelisah.
8)    Pindah-pindah tempat.
9)    Pura – pura sibuk menelepon.

b.     Tentukan kelemahan sistem pengamanan :
1)    Kualitas Sarana dan Covering Area CCTV
2)    Pengawasan CCTV
3)    Satpam di pintu masuk
4)    Satpam di Banking Hall
5)    Area Parkir
6)    Pengawasan cermin satu arah ke ruang ATM di pos security
7)    Setelah selesai jam pelayanan
8)    Posisi Satpam pada saat jaga malam
9)    Kewaspadaan Satpam diluar jam pelayanan (Hari Libur)

3.     KENALI
Mengenali adalah :
a.     Tahu mana nasabah asli atau “pemantau” yang datang ke area.
Pada umumnya pelaku perampokan, penjambretan, penipuan tidak bekerja sendiri, biasanya mereka mengirimkan satu orang pemantau untuk mencari informasi, menentukan calon korban dan memberitahukan ciri-ciri orang dan kendaraannya kepada komplotan yang lainnya.
Biasanya seorang yang sedang memantau situasi tidak mau wajahnya dikenali, ia bisa saja mengenakan topi, kaca mata hitam, jaket dan tangannya menggenggam HP. Jangan terkecoh oleh penampilan, banyak pelaku hipnotis dan penipuan justru berpenampilan sangat sopan dan terkesan orang baik-baik. (Ironisnya, kalau penampilannya berangasan dan preman banget, jangan – jangan ia seorang anggota serse kepolisian).

Tindakan apabila kita mengenali adanya “pemantau”, sbb:
1)    Dekati orang tersebut
2)    Sapa dan tanyakan apakah ada yang bisa dibantu?
3)  Usahakan giring orang tersebut ke arah area yang terekam CCTV dengan baik.
4)    Terus pantau dan kalau keadaan memungkinkan photo dgn kamera HP.
5)    Catat ciri-ciri orang dan kendaraan yang digunakannya.

b.     Tahu situasi dan kondisi yang berbahaya atau berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan.
Situasi yang rawan contohnya adalah, sbb ;
1)    Pada saat banking hall penuh dengan nasabah
2)    Tanggal pengambilan gaji karyawan pabrik
3)    Satu hari menjelang/sesudah libur panjang
4)    Pada saat kendaraan pengantar uang ATM datang
5)    Pada saat re-plenish (Pengisian ulang) ATM
6)    Saat Pembukaan dan Penutupan jam pelayanan
7)    Istirahat siang / shalat jumat

4.     PERINGATAN DINI
Tindakan memberikan peringatan dini harus segera disampaikan ke atasan, rekan jaga atau rekan.  Buatlah group komunikasi (WA, BB, dll) antar anggota atau antar petugas di bank lain, sehingga apabila terdeteksi ada potensi gangguan keamanan, peringatan dapat segera disebar, sebutkan ciri-ciri dari orang yang dicurigai (termasuk ciri-ciri kendaraan yang dibawanya).

Dengan menggalang koordinasi, satpam juga bisa mendapatkan peringatan dini dari :
a.     Petugas Parkir resmi / liar
b.     Petugas Kebersihan (Cleaning Services)
c.      Satpam perusahaan lain disekitar area kita
d.     Pedagang kaki lima di area sekitar bank

Seorang Kepala Satpam harus bisa menjalin komunikasi dengan pihak-pihak lain, dalam satu waktu orang atau petugas lain dapat dikumpulkan dan diberikan arahan mengenai keamanan dan menegaskan bahwa tugas kita bersamalah untuk menjaga agar lingkungan bank tempat kita bekerja / berusaha tetap aman dan tidak ada yang mengganggu.

Seperti yang kita ketahui, bahwa kejahatan akan terjadi apabila terpenuhinya unsur niat, kesempatan dan kemampuan.

Tindakan pencegahan yang baik melalui serangkaian antisipasi, deteksi, kenali dan peringatan dini ini adalah upaya untuk memperkecil bahkan menghilangkan kesempatan orang untuk melakukan tindak pelanggaran hukum di area bank yang kita jaga.

Tindakan mengurangi/menghilangkan niatan jahat, bisa berupa :
a. Posisi jaga anggota kepolisian (kalau ada anggota petugas kepolisian yg diperbantukan di area) harus terlihat dan mencolok.
b.  Pasang / tempelkan sign “Area ini diawasi oleh CCTV” di area parkir atau di kaca pintu masuk ruang ATM.
c.   Segera tegur nasabah yang masuk dengan masih menggunakan helm atau topi, minta dengan sopan untuk menanggalkan topi/helm.

Tindakan  pencegahan dengan mengurangi/menghilangkan kesempatan berbuat jahat, bisa berupa :
a.     Ada anggota yang bertugas memantau ATM Hall.
b.   Ada kaca satu arah yang menghubungkan antara Pos Satpam dan Ruang ATM, sehingga anggota yang berada di pos jaga dapat segera bereaksi apabila melihat suatu hal yg mencurigakan.
c.  Kepala Satpam atau Danru bisa bertugas untuk melaksanakan pengamanan tertutup (Pamtup), atau kalau memungkinkan ada anggota khusus untuk pamtup.
d.     Ada anggota yang bertugas mengawasi area parkir kendaraan.
e.  Pastikan anggota satpam memiliki kemampuan pengamatan / observasi yang baik.
f.  Semua anggota harus memahami bahwa tugas utamanya adalah melakukan pencegahan dan pengamanan selain pelayanan kepada nasabah.
g.  Petugas Teller harus memiliki pemahaman mengenai keamanan dan menyarankan nasabah untuk dikawal apabila menarik cash dalam jumlah yang banyak, sarankan agar uang tidak dibawa dengan menggunakan kantong plastik keresek.
h.     Kunci pintu dan tingkatkan kewaspadaan setelah jam pelayanan selesai, Satpam berjaga dekat pintu untuk mengawasi area luar.
i.    Tidak membukakan pintu kecuali kepada staff kantor (dan dinilai aman) pada saat penghitungan uang (Jam setelah tutup pelayanan).
j.   Lakukan penyisiran area dari ruangan ke ruangan dengan teliti apabila kantor akan ditutup/dikunci, pastikan tidak ada orang yang tertinggal/bersembunyi.
k.   Setelah kantor ditutup dan alarm telah di set, apabila anggota satpam bertugas didalam kantor maka tidak boleh membukakan pintu kepada siapapun.
l.        SOP dijalankan dengan benar:
1)    SOP set/unset alarm.
2)    SOP Posisi jaga.
3)    SOP Pengiriman/pengantaran uang.
4)    SOP pengawasan replenish ATM.

Untuk mengurangi kemampuan para pelaku tindak kejahatan, maka hal-hal yang harus dipastikan, adalah :
1.  Alarm System berfungsi dengan baik dan Panic Button yang terhubung dengan petugas kepolisian.
2.     Pintu/Teralis/Krey kokoh dan dapat diandalkan dari penerobosan.
3.     Penerangan baik.
4.     CCTV berfungsi dengan baik dan memiliki kualitas rekaman yang bagus.
5. Emergency Escape Route; jalur untuk melarikan diri apabila ada tindakan perampokan (keadaan darurat) tersedia.
6.     Interval waktu kedatangan bantuan apabila diperlukan tidak lama sampai ke lokasi.
7.     Emergency Response Plan (ERP) difahami oleh anggota satpam.


Demikianlah tindakan pencegahan yang bisa dilaksanakan oleh anggota satpam dan kepala satpam di area perbankan, untuk tulisan selanjutnya kita akan pelajari tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi perampokan di area kerja kita.

No comments:

Post a Comment