Monday, 22 June 2015

PELAYANAN SATPAM (Bagian III : Bagaimana Melaksanakan Pelayanan Dengan Hati)

Bagaimana memberikan pelayanan yang melebihi harapan pelanggan


ANGGOTA SATPAM DENGAN SIGAP MEMBANTU
 SEORANG PASIEN DI SEBUAH RUMAH SAKIT


Banyak anggota Satpam yang terlatih dan berpengalaman memberikan pelayanan yang berkualitas (Quality Services), tetapi tidak semua bisa memberikan pelayanan yang prima (Excellent Services).

Bedanya apa? Pelayanan yang berkualitas (Quality Services) adalah pelayanan yang memenuhi harapan pelanggan dan Pelayanan Prima (Excellent Services) adalah pelayanan yang melampaui/melebihi harapan pelanggan, disini hati yang terlibat. Kalau berkeinginan melaksanakan pelayanan yang prima, maka kita harus melibatkan perasaan di dalam melaksanakannya. Untuk bisa memberikan Pelayanan Prima (Excellent Services), tidak lain adalah dengan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.

Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan dengan sepenuh hati? ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh seorang anggota satpam. Tahapan-tahapannya adalah :
1.      Satpam harus tahu makna dari pekerjaannya.
2.      Satpam harus jatuh cinta pada profesinya.
3.      Satpam harus bisa melayani dengan dilandasi rasa keikhlasan.

Setelah melalui tahapan-tahapan tsb diatas, apa tolak ukurnya apabila pelayanan telah dilaksanakan dengan hati? Tolak ukurnya adalah apabila anggota Satpam bisa merasa bahagia ketika melihat pelanggannya juga bahagia.

Makna dari Profesi Satpam
Apa makna dari pekerjaan menjadi seorang anggota Satpam, maknanya sudah saya bahas di tulisan “Apa Profesi Mu” (Silahkan Control + klik link dibawah ini).
Kesimpulannya, pekerjaan sebagai seorang anggota satpam merupakan ladang ibadah yang sangat lapang.

Menumbuhkan Rasa Cinta Terhadap Profesi Satpam
Apa itu Cinta? Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut (https://id.wikipedia.org/wiki/Cinta).

Bagaimana dengan Cinta terhadap profesi Satpam? Dari pengertian di atas dapat ditarik benang merah orang yang mencintai profesi Satpam akan :
1.      Memiliki Emosi dari kasih sayang yang kuat terhadap profesinya, ia akan menjungjung tinggi kehormatan satuan pengamanan.
2.      Memiliki ketertarikan pribadi terhadap profesi Satpam.
3.      Berkegiatan aktif di dunia sekuriti.
4.      Melakukan pengorbanan diri dalam arti lebih mengedepankan kepentingan tugas daripada kepentingan pribadi.
5.      Memiliki rasa Empati terhadap sesama anggota Satpam.
6.      Memiliki perhatian terhadap perkembangan dunia sekuriti.
7.      Ikut membantu perkembangan dunia sekuriti.
8.      Menuruti, mengikuti dan patuh pada Prinsip prinsip penuntun Satpam.
9.      Mau melakukan apa yang menjadi ketentuan didalam pelaksanaan tugas sekuriti.
(Coba di cek dari poin 1 s/d 9 berapa poin yang telah kita laksanakan untuk mengukur rasa cinta kita terhadap Profesi Satpam).

Bagaimana proses jatuh cinta? Coba diingat-ingat bagaimana kita bisa jatuh cinta kepada pacar / istri kita, ternyata jatuh cinta melalui tahapan sbb :
1.      Tertarik
2.      Nyaman
3.      Terikat

Apa yang bisa membuat kita tertarik pada Profesi satpam?
Sama ketika kita jatuh cinta terhadap seseorang, apa yang membuat kita tertarik? Rupanya? Kebaikannya? Bahasanya? Harta bendanya? Tutur katanya? Prestasinya? Dll.

Sekarang kita inventarisir apa yang membuat kita tertarik pada profesi Satpam? .......Ada? Atau jangan-jangan anda bekerja menjadi satpam karena sudah berusaha melamar ke berbagai tempat tetapi tidak ada yang menerima kerja atau mau berusaha tetapi tidak punya modal, pas mendapat pekerjaan, itupun menjadi satpam, ya sudah terima saja? Bukankah demikian? Saya yakin hampir tidak ada orang yang sekarang berprofesi menjadi satpam, pada saat kecilnya memang bercita-cita menjadi anggota satpam atau ada orang tua yang mendoakan anaknya agar besar nanti menjadi anggota satpam.

Apakah dengan mengalami seperti yang disebutkan diatas, kita tidak bisa tertarik dengan pekerjaan sebagai anggota satpam? Bagi anggota yang terpaksa atau tidak sengaja terjun ke dunia sekuriti dan sudah kadung basah, coba perhatikan kakek – nenek kita dulu..... rata-rata mereka menikah karena dijodohkan oleh keluarganya, mereka terpaksa menikah bukan dengan orang idamannya, tetapi coba perhatikan...apakah banyak yang bercerai? Jarang bukan?

Apa artinya? Artinya adalah walaupun kita “terpaksa” berprofesi sebagai anggota satpam dan tidak bekerja pada pekerjaan yang kita impikan (Menjadi anggota TNI/Polisi, misalnya), kita masih bisa dan pasti akan menemukan hal-hal yang akan kita sukai (sadar atau tidak), contohnya:
1.      Bisa memimpin orang (bagi danru / ka satpam),
2.      Memiliki kewenangan untuk menegakan peraturan,
3.      Secara teratur bisa berolahraga,
4.      Jam kerja yang teratur,
5.      Memiliki tugas dan tanggungjawab yang besar,
6.      Mempunyai penghasilan yang halal,
7.      Gagah karena seragamnya,
8.      Status “Pekerja” bukan “Pengangguran”
9.      Dll (Silahkan ditambahkan sendiri).

Semakin banyak yang kita suka dari Profesi Satpam semakin kita akan jatuh cinta pada Profesi Satpam.

Ingat pepatah dalam bahasa Jawa (Maap kalau saya salah, secara saya orang Sunda) “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino – Cinta tumbuh karena terbiasa”. Anda anggota Satpam? Ya sudah terima saja, nikmati saja, ikhlaskan saja. Orang tua kita pernah mengatakan bahwa Tuhan itu selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya walaupun mungkin kita merasa itu yang terburuk.

Apa yang bisa membuat kita nyaman dengan profesi Satpam?
Kalau kita sudah mengetahui dan menginventarisir apa-apa saja yang membuat kita tertarik dengan profesi satpam, sekarang kita bisa mendata apa-apa saja yang membuat kita nyaman sebagai anggota satpam, mungkin saja bisa karena :
1.      Pendapatan rutinnya,
2.      Ada jaminan lain (BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, THR, dll),
3.      Kesetiakawanan / jiwa korsa yang tinggi,
4.      Memiliki waktu libur,

Kalau anda tidak merasa nyaman dengan pekerjaan anda, cari cara supaya kita lebih nyaman bekerja, bisa dengan meminta mutasi tempat kerja misalnya atau usahakan membuat hubungan kerja dengan rekan kerja lain semakin baik (Contohnya dengan mengadakan kegiatan bersama diluar pekerjaan).

Terikat dengan Profesi Satpam?
Kalau kita sudah melampaui tahapan tertarik dan nyaman dengan profesi satpam, maka kita akan terikat dengan profesi kesatpaman. Profesi kita sebagai anggota satpam akan menjadi jati diri kita, tanpa kita sadari dunia kesatpaman akan mewarnai kehidupan kita sehari-harinya mulai dari sikap sampai dengan kedisiplinan kita (BTW, saya dari Tahun 2006 kecebur dalam dunia sekuriti sampai dengan sekarang, kayaknya sudah tidak mau cari profesi lain, sudah satpam banget – kata istri saya, kalau mertua memanggilpun, saya selalu menjawab “Siap!” xixixixi).

Melayani dengan dilandasi rasa keikhlasan
Apabila kita sudah mengetahui makna dari profesi satpam dan mencintai pekerjaan sebagai seorang petugas keamanan, maka secara otomatis kita dapat melayani dengan dilandasi rasa ikhlas. Hai ini timbul karena kita memiliki rasa empati dan simpati (sudah pernah dipelajari di bagian sebelumnya).

Rasa cinta terhadap profesi satpamlah yang membuat kita ikhlas menjalankan pekerjaan, bekerja berat selama 12 jam pun akan berlalu dengan tidak terasa. Rasa cintalah yang membuat kita bersemangat dipagi hari ketika kita akan berangkat bekerja, maka cintailah profesi mu, kalau anda seorang anggota satpam tetapi tidak bisa mencintai profesi satpam, saya sarankan untuk mencari pekerjaan baru, jangan siksa dirimu 12 jam sehari dengan mengerjakan pekerjaan yang tidak anda sukai.


No comments:

Post a Comment